I made this widget at MyFlashFetish.com.

Kamis, 14 Juni 2012

Konsep Dasar Bronkitis

1.      Definisi Penyakit
Bronkitis adalah suatu peradangan yang terjadi pada bronkus. Sedangkan Bronchitis akut adalah peradangan bronki dan kadang2 mengenai trakea yang timbul secara mendadak.
Bronchitis kronis adalah adalah gangguan klinis yang ditandai dengan pembentukan mucus yang berlebihan pada bronkus dan bermanifestasi sebagai batuk kronik dan pembentukan sputum selama sedikitnya 3 bulan dalam setahun, sekurang kurangnya dalam dua tahun berturut – turut.
(Manurung, 2009, hal 123)
Definisi Bronkitis menurut beberapa sumber, Bronkhitis adalah hipersekresi mukus dan batuk produktif kronis berulang-ulang minimal selama 3 bulan pertahun atau paling sedikit dalam 2 tahun berturut-turut pada pasien.
Bronkhitis adalah suatu penyakit yang ditandai dengan adanya dilatasi/ektasis (pelebaran) bronkus lokal yang bersifat patologis dan berjalan kronik.
 (Gunawan,2006)
Yang dimaksut dengan bronkiris kronis (BK) adalah suatu sindroma kilinis berupa batuk batuk kronis berdahak stiap hari selama paling sedikit 3 bulan dan selama paling sedikit 2 tahun berturut-turut.
(Danusantoso,1999)
Bronkitis akut adalah radang pada bronchus yang biasanya mengenai trachea dan laring, sehingga sering dinamai juga dengan laringotracheobronchitis. (Asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan system pernapasan, (Somantri, 2008)
Bronkitis akut merupakan inflamasi bronkus pada saluran napas bawah.
(Chang dkk, 2009.)
2.      Etiologi
Terdapat 3 faktor utama yang mempengruhi timbulnya bronchitis, yaitu : rokok, infeksi dan polusi.
a.       Rokok
Rokok  adalah penyebab utama timbulnya bronchitis. Terdapat hubungan yang erat antara merokok dan penurunan VEP (Volume Ekspirasi paksa) 1 detik. Secara patologis rokok berhubungan dengan hyperplasia kelnjar mucus bronkus dan metaplasia skuamus epitel saluran pernafasan juga dapat menyebabkan bronkotirsi akut.
b.      Infeksi
Eksasebasi bronchitis disangka paling sering diawali dengan virus yang kemudian menebabkan infeksi sekunder bakteri. Bakteri yang diisolasi paling banyak adalah hemophilus influenza dan pneumonie.
c.       Polusi
polusi tidak begitu besar pengaruhnya sebagai factor penyebab, tetapi bila ditambah merokok resiko akan lebih tinggi. Zat – zat kimia dapat juga menyebabkan bronchitis adalah zat – zat pereduksi O2, zat – zat pengoksidasi seperti N2O, hidrokarbon, aldehid, ozon.
(Manurung. 2009)

Bronkitis kronik dapat merupakan komplikasi kelainan patologik pada beberapa alat tubuh, yaitu:

a.       Penyakit jantung menahun,yang disebabkan olh kelainan patologik pada katup maupun miokardia. Kongesti menahun pada dinding bronkus melemahkan daya tahan sehingga infeksi bakteri mudah terjadi.
b.      Infeksi sinus paranasalis dan rongga mulut, area infeksi merupakan sumber bakteri yang dapat menyerang dinding bronkus
c.       Dilatasi dinding bronkus (brokhiektasi), menyebabkan gangguan susunan dan fungsi dinding bronkus sehingga infeksi bakteri mudah terjadi.
(Soemantri, 2008)

Patofisiologi
Penemuan patologis dari bronchitis adalah hipertropi dari kelenjar mukosa bronchus dan peningkatan sejumlah sel goblet disertai dengan infiltrasi sel radang dan ini mengakibatkan gejala khas yaitu batuk produktif. Batuk kronik yang disertai peningkatan sekresi bronkus tampaknya mempengaruhi bronchiolus yang kecil – kecil sedemikian rupa sampai bronchiolus tersebut rusak dan dindingnya melebar. Faktor etiologi utama adalah merokok dan polusi udara lain yang biasa terdapat pada daerah industri. Polusi tersebut dapat memperlambat aktifitas silia dan pagositosis, sehingga timbunan mukus meningkat sedangkan mekanisme pertahanannya sendiri melemah.
Pada bronkitis kronis, zat-zat iritan menimbulkan inflamasi percabangan trakeobronkial dalam waktu tertentu sehingga terjadi peningkatan produksi mukus dan penyempitan atau penyumbatan jalan napas. Ketika inflamasi terus berlanjut, sel-sel goblet dan sel-sel epitel mengalami hipertrofi. Karena mekanisme pertahanan yang alami terhalang.
Mukus yang berlebihan terjadi akibat displasia. Sel – sel penghasil mukus di bronkhus. Selain itu, silia yang melapisi bronkus mengalami kelumpuhan atau disfungsional serta metaplasia. Perubahan – perubahan pada sel – sel penghasil mukus dan sel – sel silia ini mengganggu sistem eskalator mukosiliaris dan menyebabkan penumpukan mukus dalam jumlah besar yang sulit dikeluarkan dari saluran nafas.
Mucus yang kental dan pembesaran bronkus akan mengobstruksi jalan napas terutama selama ekspirasi. Jalan napas selanjutnya mengalami kolaps dan udara terperangkap pada bagian distal dari paru-paru. Obstruksi ini menyebabkan menurunnya ventilasi alveolus, hipoksia, dan asidosis. Pasien mengalami kekurangan O2 jaringan dan ratio ventilasi perfusi abnormal timbul, dimana terjadi penurunan PO2. Kerusakan ventilasi juga dapat meningkatkan nilai PCO2 sehingga pasien terliahat sianosis. Sebagai kompensasi dari hipoksemia, maka terjadi polisitemia (produksi eritrosit berlabihan).
(Kowalak,2003,hal239)

Manifestasi klinis
Gejala utama bronkitis adalah timbulnya batuk  produktif (berdahak) yang mengeluarkan dahak berwarna putih kekuningan atau hijau. Dalam keadaan normal saluran pernapasan kita memproduksi mukus kira-kira beberapa  sendok  teh setiap harinya. Apabila saluran pernapasan utama paru (bronkus) meradang, bronkus akan menghasilkan mukus dalam jumlah yang banyak yang akan memicu timbulnya batuk. Selain itu karena terjadi penyempitan jalan nafas dapat menimbulkan shortness of breath.
Menurut Gunadi Santoso dan Makmuri (1994), tanda dan gejala yang ada yaitu :
a.       Biasanya tidak demam, walaupun ada tetapi rendah
b.      Keadaan umum baik, tidak tampak sakit, tidak sesak
c.       Mungkin disertai nasofaringitis atau konjungtivitis
d.      Pada paru didapatkan suara napas yang kasar

Menurut Ngastiyah (1997), yang perlu diperhatikan adalah akibat batuk yang lama, yaitu :
a.       Batuk siang dan malam terutama pada dini hari yang menyebabkan seseorang  kurang istirahat.
b.      Daya tahan tubuh yang menurun.
c.       Anoreksia sehingga berat badan sukar naik.
d.      Kesenangan anak untuk bermain terganggu dan Konsentrasi belajar anak menurun.

 PATWAYS

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar